Thursday, 21 July 2016

Berikut Biaya Tilang Era Kapolri Baru, Jangan Mau Jika Ada Oknum Polisi Minta Disuap



Biasanya apabila ada operasi di suatu wilayah, polisi ada yang bertanya. Bapak mau ikut sidang apa nitip sidang. Ingat ini hanya jebakan saja, anda harus menjawab saya ikut sidang saja pak. Karena jika anda sidang, maka diit akan masuk ke rekening negara. Sedangkan apabila anda tidak sidang alias nitip kepada oknum polisi, kita tidak bisa memastikan duit yang anda titipkan akan masuk ke kas negara.

Nah agar anda nyaman berkendara dan tidak takut apabila ada operasi sewaktu-waktu, maka anda harus melengkapi persyaratan mengemudi anda. Jangan sampai anda terkena tilang, namun jika memang anda terpaksa kena tilang, maka anda harus tahu berapa sebenarnya harga tilang. Nah berikut adalah biaya tilang ya silahkan disimak ya...

BIAYA tilang Terbaru di Indonesia : (Kapolri baru mantaap !!!) 
1) Tdk ada STNK
Rp. 500.000
2) Tdk bawa SIM
Rp. 250.000
3) Tdk pakai Helm
Rp. 250.000
4) Penumpang tdk pake Helm
Rp. 250.000
5) Mobil tdk pake Set-Belt
Rp. 250,000
6) Melanggar lampu Merah :
- Mobil Rp. 250rb
- Motor Rp. 100rb
7) Tdk pasang segitiga pengaman saat mogok
Rp. 500,000
8) Pintu terbuka saat jalan
Rp. 250,000
9) Perlengkapan mobil Krg lengkap
Rp. 250,000
10) Melanggar TNBK
Rp. 500,000
11) Gunakan HP/SMS, Rp. 750rb
12) Tdk miliki Spion, Klakson
- Motor Rp. 250rb
- Mobil Rp. 250rb
13) Melanggar rambu lalin Rp. 500rb.
Info yg diCopy dari Mabes Polri ini hrs diPublikasikan & mgkn bermanfaat !!                         

JANGAN Coba MINTA DAMAI
Sgala Pelanggaran di Jalan Raya, baik Motor/Mobil, "Jangan MINTA DAMAI",  M'BERI UANG. Krn, itu artinya "MENYUAP"

Jadi, wlpn Polisi menawarkan Damai, TOLAK SAJA !! krn itu sbh PANCINGAN.
"Lebih baik minta di Tilang, lalu nanti di urus di pengadilan"

Ini adalah Instruksi KAPOLRI kpd Seluruh jajaran Polisi bhw
"Bagi POLISI yg bisa m'buktikan ada warga yg menyuap Polisi, Polisi tsb m'dapat BONUS sbsr Rp 10jt/1org,  Penyuap kena hukuman 10thn"

(yg lbh besar  drpd Uang Damai yg hanya 50 rb s/d 100 rb, Jelas! Nanti akan ada Oknum Polisi yg lbh pilih menjebak, krn Uangnya lbh besar).

* INFORMASI ini PENTING! Harap jgn MAIN2, krn info tsb diatas banyak yg Tidak Tahu.
Waspadai bila skrg ada Oknum Polisi sdg men-cari2 KELEMAHAN/ KELENGAHAN agar kita terpancing utk Menyuap mrk & mrk m'dapatkan 'Bonus besar' itu.

Bebrp teman mengatakan bhw di JKT & SBY sdh banyak yg kena 'Jebakan' ini, krn banyak org yg Tidak Tahu Instruksi baru dr Kapolri ini.

Informasikan Berita ini kpd siapa saja yg anda kenal/kasihi, spy Tidak Kena Jebakan spt ini.

Wednesday, 20 July 2016

Motivasi: Berikut 19 Keajaiban Rejeki yang Banyak Dicari

Sawang Sinawang...

  1. Aku melihat hidup orang lain begitu nikmat, Ternyata ia hanya menutupi kekurangannya tanpa berkeluh kesah..
  2. Aku melihat hidup teman2ku tak ada duka dan kepedihan, Ternyata ia hanya pandai menutupi dengan mensyukuri..
  3. Aku melihat hidup saudaraku tenang tanpa ujian, Ternyata ia begitu menikmati badai ujian dlm kehidupannya..
  4. Aku melihat hidup sahabatku begitu sempurna, Ternyata ia hanya berbahagia "menjadi apa adanya"..
  5. Aku melihat hidup tetanggaku beruntung, Ternyata ia selalu tunduk pada Allah untuk bergantung..
  6. Maka aku merasa tidak perlu iri hati dengan rejeki orang lain..
  7. Mungkin aku tak tahu dimana rejekiku.. Tapi rejekiku tahu dimana diriku..
  8. Dari lautan biru, bumi dan gunung, Tuhan telah memerintahkannya menuju kepadaku...
  9. Tuhan yang Maha pengasih menjamin rejekiku, sejak 9 bulan 10 hari aku dalam kandungan ibuku..
  10. Amatlah keliru bila berkeyakinan rejeki dimaknai dari hasil bekerja.. Karena bekerja adalah ibadah, sedang rejeki itu urusan-Nya..
  11. Melalaikan kebenaran demi menghawatirkan apa yang dijamin-Nya, adalah kekeliruan berganda..
  12. Manusia membanting tulang, demi angka simpanan gaji, yang mungkin esok akan ditinggal mati..
  13. Mereka lupa bahwa hakekat rejeki bukan apa yang tertulis dalam angka, tapi apa yang telah dinikmatinya..
  14. Rejeki tak selalu terletak pada pekerjaan kita, sang Pencipta menaruh berkat sekehendak-Nya..
  15. Ikhtiar itu perbuatan..
  16. Rejeki itu kejutan..
  17. Dan yang tidak boleh dilupakan, tiap hakekat rejeki akan ditanya kelak..
  18. "Darimana dan digunakan untuk apa" Karena rejeki hanyalah "Hak Pakai", bukan "Hak Milik"... 
  19.  Jangan lupa menjadi Berkat bagi orang lain dengan "BERBAGI"

Mengapa Anda Mesti Bersyukur Setiap Hari?

Renungan pagi
Assalamualaikum, muga podo sehat.
 
"CERITA YG BAGUS "
Ada seseorang yg merasa dirinya tdk rupawan dan tidak kaya sehingga tiap saat merasa gelisah.
Malaikat bijak datang kepadanya 

:"Saudara, kenapa engkau tdk bahagia?"
:"Saya merasa bingung mengapa aku miskin terus ?"
:"Miskin ? kamu bukannya kaya?"
:"Gimana bisa anda katakan kalo aku kaya? Dari mana anda menilainya?"
:"Kalo sekarang engkau kehilangan 1 jari tanganmu, aku beri 50 juta, apa kamu mau?"
:"hmm Gak mau "
:"Jikalau kamu kehilangan sebelah lenganmu, aku beri 500 juta, mau?"
 :"hmm Gak mau"
:"Kalo sepasang matamu buta, aku beri 10 milliar , mau ?"
:"Gak mau"
:"Kalo aku jadikan engkau menjadi kakek berumur 80 tahun sakit sakitan, aku beri 100 milliar , mau?"
:"Gak mau "
:"Kalo sekarang engkau langsung meninggal, aku beri kamu 1 Trilliun, mau?"
 :"Gak mau"
:"Hahahaha. Berarti benar kan kalo kamu sdh memiliki kekayaan tak terhingga ? Di dalam hatimu, kenapa masih mengeluh miskin ?"

Orang itu tiba2 speechless tanpa kata-kata dan tiba-tiba mengerti apa arti keKayaan.
Karena HIDUP adalah WAKTU yg dipinjamkan.
dan HARTA adalah ANUGERAH yg dipercayakan,
BERSYUKUR atas Nafas yg masih kita miliki, BERSYUKUR atas tubuh yg masih kita miliki.
BERSYUKUR atas Kesehatan yg masih kita miliki,
BERSYUKUR atas Keluarga yg masih kita miliki,
BERSYUKUR atas Teman & Sahabat yg masih kita miliki
BERSYUKUR atas Pekerjaan yg masih kita miliki

Mari kita sadari bahwa kita selalu DIBERIKAN YG TERBAIK............
Selamat hari Rabu..

Anda Berebut Kaya Apa Berebut Miskin?



Seorang wanita India kaya pergi ke toko Sari dan berkata kepada penjaga toko " Tolong tunjukkan beberapa sari murah Ini untuk pernikahan anak saya dan saya harus memberikan kepada pembantu saya."

Selang beberapa waktu, pembantu wanita India itu juga datang ke toko Sari yang sama dan berkata kepada penjaga toko "Boleh tolong tunjukkan beberapa sari mahal? Saya ingin memberi hadiah kepada Nyonya saya pada pernikahan anaknya"

Kemiskinan adalah dalam pikiran atau di dalam tas/dompet?

SIAPA YANG KAYA?

Seorang wanita dengan keluarganya tinggal di sebuah hotel bintang-3 untuk piknik. Dia adalah ibu dari bayi berumur 6 bulan.

"Bisakah saya mendapatkan 1 cangkir susu?" Dia meminta kepada seorang yang kebetulan pemilik hotel bintang-3 tersebut

"Bisa Bu", dia menjawab, "Tapi itu akan dikenakan biaya."

"Tidak ada masalah", kata wanita itu.

Setelah check out, wanita & keluarganya melanjutkan perjalanan menuju rumahnya. Dalam perjalanan, anaknya kembali merasa lapar.

Mereka berhenti di sebuah kios teh di sisi jalan dan bermaksud membeli susu dari kios teh tersebut.

"Berapa banyak bu?"tanya pemilik kios teh. "Kami tidak mengenakan biaya uang untuk susu anak", kata orang tua itu sambil tersenyum. "Beritahu saya jika ibu membutuhkan lebih banyak susu untuk bayi ibu selama perjalanan".

Ibu dari bayi itu mengambil satu cangkir lagi sambil ber tanya2 dalam hati, "Siapa yang lebih kaya? Pemilik hotel bintang 3 atau pemilik kios teh itu?

Kadang saat berpacu untuk mendapatkan lebih banyak uang, kita lupa bahwa kita semua adalah manusia.

Mari kita membantu orang yang membutuhkan, tanpa mengharapkan balasan. Ini akan membuat kita merasa lebih baik dari apa yang uang bisa lakukan.

Kopi tidak pernah tahu bahwa akan terasa lebih enak dan manis, sebelum bertemu susu dan gula.

Kita baik sebagai individu tetapi menjadi lebih baik ketika kita bertemu dan berbaur dengan orang yang tepat.

Tetap terhubung.
👫"Dunia ini penuh dengan orang2 baik. Jika Anda tidak dapat menemukan satu. 

Jangan Minum Susu, Telur, Mentega, Margarin Nanti Terkena Kolesterol.... Benarkah?


JANGAN TAKUT KOLESTEROL
Pemerintah Amerika akhirnya menyatakan bahwa kolesterol bukan bahan pangan yang perlu dicermati atau dikuatirkan setelah selama 40 tahun masuk daftar bahan pangan berbahaya. Selama ini, sejak thn 70-an, kita diminta untuk menjauhkan diri dari pangan tinggi kolesterol untuk mencegah serangan jantung dan tersumbatnya pembuluh darah.

Kenyataannya, ternyata susu lemak penuh (full fat) dan buah alpukat, yang berkadar tinggi lemak, bagus untuk kesehatan. Demikian juga telur, mentega (bukan margarine), bahan pangan lemak penuh asal susu, kacang-kacangan, minyak kelapa dan daging kini diklasifikasikan sebagai "aman" dan telah dikeluarkan dari daftar bahan pangan yang perlu diwaspadai.

Departemen Pertanian Amerika yang bertanggung jawab untuk memperbaharui pedoman kewaspadaan bahan pangan setiap 5 tahun, menyatakan penemuannya pada tahun 2015: "sebelum ini pedoman kewaspadaan bahan pangan untuk Amerika merekomendasikan asupan kholesterol per harinya tidak boleh melebihi 300mg" ini tidak akan dilanjutkan sebab bukti-bukti menunjukkan tak ada hubungan bermakna antara konsumsi kholesterol dengan kadar kholesterol dalam darah, ini sejalan dengan laporan AHA /ACC (perkumpulan ahli jantung dan bedah Amerika) -melaporkan tak ada hubungan bermakna antara kadar kholesterol darah dengan angka serangan jantung dan stroke.

Pedoman itu seterusnya tidak lagi memperingatkan masyarakat untuk mewaspadai bahan pangan tinggi kholesterol, sebaliknya akan berfokus untuk mewaspadai bahan pangan tinggi gula.

Tahun 70-an, 80-an, 90-an adalah tahun pantang lemak, dengan berbagai peringatan resmi pemerintah untuk membatasi asupan bahan pangan tinggi kholesterol untuk mencegah serangan jantung dan stroke.

Ahli jantung Dr. Steven Nielsen berkata: "Itu suatu keputusan tepat. Selama ini pedoman diit kita ada di jalan salah. Dan itu sudah berjalan berpuluh tahun."

Ia memperkirakan hanya sekitar 20% saja kadar kolesterol darah ditentukan oleh asupan pangan, artinya 80% diproduksi oleh hati, karena memang dibutuhkan oleh tubuh.

Jika kita makan bahan pangan (kolesterol) ini dalam jumlah banyak, hati akan memproduksi kolesterol sedikit saja; sebaliknya jika kita membatasi bahan pangan tinggi kolesterol -seperti telur, mentega, jerohan- tubuh kita akan meningkatkan produksi kolesterolnya. –hasil akhirnya tetap saja kolesterol dalam darah tinggi- termasuk jika kita mengonsumsi obat-obat penurun kolesterol.

Adalah gula yang sekarang diidentifikasi sebagai bahan pangan berbahaya dan merupakan sumber utama masalah kesehatan. Para dokter hendaknya beralih, memusatkan perhatian mereka agar pasien mereka mulai mengurangi asupan gula dan semua yang manis.

Ahli jantung Dr. Aseem Malhotra, yang bekerja dengan kelompok Aksi Melawan Gula berharap target berikut adalah produsen makanan (agar mengurangi produksi pangan kaya gula).

Katanya: "menambahkan gula sama sekali tidak menambah nilai nutrisi bahan pangan (apapun); ini bertentangan dengan promosi industri makanan, karena kenyataannya tubuh kita tidak membutuhkan tambahan energi dengan penambahan gula itu."

"dan kita tahu, industri pangan telah memaksakan meningkatkan penambahan gula pada makanan hasil produksi mereka. Kita tentu faham, karbohidrat miskin serat -gula adalah salah satunya- memberikan efek terbesar kepada sistem insulin, menyebabkan meningkatnya kadar insulin dalam darah (karena dibutuhkan untuk mencerna karbohidrat) dan insulin adalah hormon yang mempercepat penimbunan lemak dalam tubuh. Singkatnya, kurangi sebanyak mungkin pemakaian gula dan makan makanan manis dan beralihlah ke makanan tinggi lemak termasuk buah alpukat (dan susu lemak penuh)

Monday, 18 July 2016

Cara Cepat Membedakan Orang Miskin dan Orang Kaya Dalam 5 Menit

INSPIRASI PAGI sebagai mawas diri
SIAPA YANG MISKIN?

Seorang wanita India kaya pergi ke toko Sari dan berkata kepada penjaga toko " Tolong tunjukkan beberapa sari murah Ini untuk pernikahan anak saya dan saya harus memberikan kepada pembantu saya."

Selang beberapa waktu, pembantu wanita India itu juga datang ke toko Sari yang sama dan berkata kepada penjaga toko "Boleh tolong tunjukkan beberapa sari mahal? Saya ingin memberi hadiah kepada Nyonya saya pada pernikahan anaknya"

Kemiskinan adalah dalam pikiran atau di dalam tas/dompet?

SIAPA YANG KAYA?

Seorang wanita dengan keluarganya tinggal di sebuah hotel bintang-3 untuk piknik. Dia adalah ibu dari bayi berumur 6 bulan.

"Bisakah saya mendapatkan 1 cangkir susu?" Dia meminta kepada seorang yang kebetulan pemilik hotel bintang-3 tersebut

"Bisa Bu", dia menjawab, "Tapi itu akan dikenakan biaya."

"Tidak ada masalah", kata wanita itu.

Setelah check out, wanita & keluarganya melanjutkan perjalanan menuju rumahnya. Dalam perjalanan, anaknya kembali merasa lapar.

Mereka berhenti di sebuah kios teh di sisi jalan dan bermaksud membeli susu dari kios teh tersebut.

"Berapa banyak bu?"tanya pemilik kios teh. "Kami tidak mengenakan biaya uang untuk susu anak", kata orang tua itu sambil tersenyum. "Beritahu saya jika ibu membutuhkan lebih banyak susu untuk bayi ibu selama perjalanan".

Ibu dari bayi itu mengambil satu cangkir lagi sambil ber tanya2 dalam hati, "Siapa yang lebih kaya? Pemilik hotel bintang 3 atau pemilik kios teh itu?

Kadang saat berpacu untuk mendapatkan lebih banyak uang, kita lupa bahwa kita semua adalah manusia.

Mari kita membantu orang yang membutuhkan, tanpa mengharapkan balasan. Ini akan membuat kita merasa lebih baik dari apa yang uang bisa lakukan.

Kopi tidak pernah tahu bahwa akan terasa lebih enak dan manis, sebelum bertemu susu dan gula.

Kita baik sebagai individu tetapi menjadi lebih baik ketika kita bertemu dan berbaur dengan orang yang tepat.

Tetap terhubung.
👫"Dunia ini penuh dengan orang2 baik. Jika Anda tidak dapat menemukan satu.  Jadilah salah satu."👩‍👩‍👦

Penipuan Gaya Baru Hati-Hati Pengguna ATM BCA dan ATM Lainnya ya

PENIPUAN GAYA BARU.

BCA masih amankah?????
Baca dari teman, pagi tadi dia terima sms dengan pengirim "BCA" (bukan nomer HP)

Di sms itu tertulis "Untuk keperluan pendataan ulang data Bpk/ Ibu di bank BCA kami, mohon kirimkan nama lengkap tidak disingkat dan nomer kartu ATM Bpk/ Ibu ke email
Administrasi.kredit@bca.co.id atau hubungi HALO BCA di 021-500 888"
(Call centre/ Hallo BCA)

Karena pengirimnya terbaca nama "BCA" bukan nomer HP, maka dia pun otomatis mengirimkan data via email sesuai permintaan, karena dia begitu percaya kalau sms itu benar² dari BCA

Habis makan .. dia kebetulan perlu uang dan masuklah ke ATM terdekat ... dan apa yang terjadi ... uangnya di tabungan berkurang Rp 3 juta.

Dengan cepat dia masuk ke kantor BCA nya dan ngeprint buku tabungan ... dan benar saja ada seseorang dengan fasilitas Klik BCA yang ngambil tabungan dia 2 jam setelah dia mereply sms pagi tadi.

Dia langsung sekalian lapor resmi kasus itu ke bank nya. Dan gantian bank nya yang bingung karena saudara ku itu di systemnya tampak tidak mempunyai fasilitas klik BCA ... tapi kok bisa ngambil ....... !!!!

CANGGIH .. CANGGIH ......

So friends .. mohon hati² .. ada modus tipu2 baru nih.
Terusin BC ini agar semuanya ber-hati2.

Strategi Perang Khalid bin Walid, Jendral Perang pada Zaman Khalifah


Pada zaman pemerintahan Khalifah Syaidina Umar bin Khatab, ada seorang panglima perang yang disegani lawan dan dicintai kawan. Panglima perang yang tak pernah kalah sepanjang karirnya memimpin tentara di medan perang. Baik pada saat beliau masih menjadi panglima Quraish, maupun setelah beliau masuk Islam dan menjadi panglima perang umat muslim. Beliau adalah Jenderal Khalid bin Walid.

Namanya harum dimana-mana. Semua orang memujinya dan mengelu-elukannya. Kemana beliau pergi selalu disambut dengan teriakan, "Hidup Khalid, hidup Jenderal, hidup Panglima Perang, hidup Pedang Allah yang Terhunus." Ya! .. beliau mendapat gelar langsung dari Rasulullah SAW yang menyebutnya sebagai Pedang Allah yang Terhunus.

Dalam suatu peperangan beliau pernah mengalahkan pasukan tentara Byzantium dengan jumlah pasukan 240.000. Padahal pasukan muslim yang dipimpinnya saat itu hanya berjumlah 46.000 orang. Dengan kejeliannya mengatur strategi, pertempuran itu bisa dimenangkannya dengan mudah.

Itulah Khalid bin Walid, beliau bahkan tak gentar sedikitpun menghadapi lawan yang jauh lebih banyak.

Ada satu kisah menarik dari Khalid bin Walid. Dia memang sangat sempurna di bidangnya; ahli siasat perang, mahir segala senjata, piawai dalam berkuda, dan karismatik di tengah prajuritnya. Dia juga tidak sombong dan lapang dada walaupun dia berada dalam puncak popularitas.

Pada suatu ketika, di saat beliau sedang berada di garis depan, memimpin peperangan, tiba-tiba datang seorang utusan dari Amirul mukminin, Sayidina Umar bin Khatab, yang mengantarkan sebuah surat. Di dalam surat tersebut tertulis pesan singkat, "Dengan ini saya nyatakan Jenderal Khalid bin Walid di pecat sebagai panglima perang. Segera menghadap!"

Menerima khabar tersebut tentu saja sang jenderal sangat gusar hingga tak bisa tidur. Beliau terus-menerus memikirkan alasan pemecatannya. Kesalahan apa yang telah saya lakukan? Kira-kira begitulah yang berkecamuk di dalam pikiran beliau kala itu.

Sebagai prajurit yang baik, taat pada atasan, beliaupun segera bersiap menghadap Khalifah Umar Bin Khatab. Sebelum berangkat beliau menyerahkan komando perang kepada penggantinya.

Sesampai di depan Umar beliau memberikan salam, "Assalamualaikum ya Amirul mukminin! Langsung saja! Saya menerima surat pemecatan. Apa betul saya di pecat?"

"Walaikumsalam warahmatullah! Betul Khalid!" Jawab Khalifah.

"Kalau masalah dipecat itu hak Anda sebagai pemimpin. Tapi, kalau boleh tahu, kesalahan saya apa?"

"Kamu tidak punya kesalahan."

"Kalau tidak punya kesalahan kenapa saya dipecat? Apa saya tak mampu menjadi panglima?"

"Pada zaman ini kamu adalah panglima terbaik."

"Lalu kenapa saya dipecat?" tanya Jenderal Khalid yang tak bisa menahan rasa penasarannya.

Dengan tenang Khalifah Umar bin Khatab menjawab, "Khalid, engkau jenderal terbaik, panglima perang terhebat. Ratusan peperangan telah kau pimpin, dan tak pernah satu kalipun kalah. Setiap hari Masyarakat dan prajurit selalu menyanjungmu. Tak pernah saya mendengar orang menjelek-jelekkan. Tapi, ingat Khalid, kau juga adalah manusia biasa. Terlalu banyak orang yang memuji bukan tidak mungkin akan timbul rasa sombong dalam hatimu. Sedangkan Allah sangat membenci orang yang memiliki rasa sombong''.

''Seberat debu rasa sombong di dalam hati maka neraka jahanamlah tempatmu. Karena itu, maafkan aku wahai saudaraku, untuk menjagamu terpaksa saat ini kau saya pecat. Supaya engkau tahu, jangankan di hadapan Allah, di depan Umar saja kau tak bisa berbuat apa-apa!"

Mendengar jawaban itu, Jenderal Khalid tertegun, bergetar, dan goyah. Dan dengan segenap kekuatan yang ada beliau langsung mendekap Khalifah Umar.

Sambil menangis beliau berbisik, "Terima kasih ya Khalifah. Engkau saudaraku!"

Bayangkan …. mengucapkan terima kasih setelah dipecat, padahal beliau tak berbuat kesalahan apapun. Adakah pejabat penting saat ini yang mampu berlaku mulia seperti itu? Yang banyak terjadi justru melakukan perlawanan, mempertahankan jabatan mati-matian, mencari dukungan, mencari teman, mencari pembenaran, atau mencari kesalahan orang lain supaya kesalahannya tertutupi.

Jangankan dipecat dari jabatan yang sangat bergengsi, 'kegagalan' atau keterhambatan dalam perjalanan karir pun seringkali tidak bisa diterima dengan lapang dada. Akhirnya semua disalahkan, sistem disalahkan, orang lain disalahkan, semua digugat.....bahkan hingga yang paling ekstrim.... Tuhan pun digugat..

Kembali ke Khalid bin Walid, hebatnya lagi, setelah dipecat beliau balik lagi ke medan perang. Tapi, tidak lagi sebagai panglima perang. Beliau bertempur sebagai prajurit biasa, sebagai bawahan, dipimpin oleh mantan bawahannya kemarin.

Beberapa orang prajurit terheran-heran melihat mantan panglima yang gagah berani tersebut masih mau ikut ambil bagian dalam peperangan. Padahal sudah dipecat. Lalu, ada diantara mereka yang bertanya, "Ya Jenderal, mengapa Anda masih mau berperang? Padahal Anda sudah dipecat."

Dengan tenang Khalid bin Walid menjawab, "Saya berperang bukan karena jabatan, popularitas, bukan juga karena Khalifah Umar. Saya berperang semata-mata karena mencari keridhaan Allah."

Kisah Teladan Pemimpin: Jenderal Khalid bin Walid Panglima Perang Dipecat Walaupun Tidak Berbuat Kesalahan


Pada zaman pemerintahan Khalifah Syaidina Umar bin Khatab, ada seorang panglima perang yang disegani lawan dan dicintai kawan. Panglima perang yang tak pernah kalah sepanjang karirnya memimpin tentara di medan perang. Baik pada saat beliau masih menjadi panglima Quraish, maupun setelah beliau masuk Islam dan menjadi panglima perang umat muslim. Beliau adalah Jenderal Khalid bin Walid.

Namanya harum dimana-mana. Semua orang memujinya dan mengelu-elukannya. Kemana beliau pergi selalu disambut dengan teriakan, "Hidup Khalid, hidup Jenderal, hidup Panglima Perang, hidup Pedang Allah yang Terhunus." Ya! .. beliau mendapat gelar langsung dari Rasulullah SAW yang menyebutnya sebagai Pedang Allah yang Terhunus.

Dalam suatu peperangan beliau pernah mengalahkan pasukan tentara Byzantium dengan jumlah pasukan 240.000. Padahal pasukan muslim yang dipimpinnya saat itu hanya berjumlah 46.000 orang. Dengan kejeliannya mengatur strategi, pertempuran itu bisa dimenangkannya dengan mudah.

Itulah Khalid bin Walid, beliau bahkan tak gentar sedikitpun menghadapi lawan yang jauh lebih banyak.

Ada satu kisah menarik dari Khalid bin Walid. Dia memang sangat sempurna di bidangnya; ahli siasat perang, mahir segala senjata, piawai dalam berkuda, dan karismatik di tengah prajuritnya. Dia juga tidak sombong dan lapang dada walaupun dia berada dalam puncak popularitas.

Pada suatu ketika, di saat beliau sedang berada di garis depan, memimpin peperangan, tiba-tiba datang seorang utusan dari Amirul mukminin, Sayidina Umar bin Khatab, yang mengantarkan sebuah surat. Di dalam surat tersebut tertulis pesan singkat, "Dengan ini saya nyatakan Jenderal Khalid bin Walid di pecat sebagai panglima perang. Segera menghadap!"

Menerima khabar tersebut tentu saja sang jenderal sangat gusar hingga tak bisa tidur. Beliau terus-menerus memikirkan alasan pemecatannya. Kesalahan apa yang telah saya lakukan? Kira-kira begitulah yang berkecamuk di dalam pikiran beliau kala itu.

Sebagai prajurit yang baik, taat pada atasan, beliaupun segera bersiap menghadap Khalifah Umar Bin Khatab. Sebelum berangkat beliau menyerahkan komando perang kepada penggantinya.

Sesampai di depan Umar beliau memberikan salam, "Assalamualaikum ya Amirul mukminin! Langsung saja! Saya menerima surat pemecatan. Apa betul saya di pecat?"

"Walaikumsalam warahmatullah! Betul Khalid!" Jawab Khalifah.

"Kalau masalah dipecat itu hak Anda sebagai pemimpin. Tapi, kalau boleh tahu, kesalahan saya apa?"

"Kamu tidak punya kesalahan."

"Kalau tidak punya kesalahan kenapa saya dipecat? Apa saya tak mampu menjadi panglima?"

"Pada zaman ini kamu adalah panglima terbaik."

"Lalu kenapa saya dipecat?" tanya Jenderal Khalid yang tak bisa menahan rasa penasarannya.

Dengan tenang Khalifah Umar bin Khatab menjawab, "Khalid, engkau jenderal terbaik, panglima perang terhebat. Ratusan peperangan telah kau pimpin, dan tak pernah satu kalipun kalah. Setiap hari Masyarakat dan prajurit selalu menyanjungmu. Tak pernah saya mendengar orang menjelek-jelekkan. Tapi, ingat Khalid, kau juga adalah manusia biasa. Terlalu banyak orang yang memuji bukan tidak mungkin akan timbul rasa sombong dalam hatimu. Sedangkan Allah sangat membenci orang yang memiliki rasa sombong''.

''Seberat debu rasa sombong di dalam hati maka neraka jahanamlah tempatmu. Karena itu, maafkan aku wahai saudaraku, untuk menjagamu terpaksa saat ini kau saya pecat. Supaya engkau tahu, jangankan di hadapan Allah, di depan Umar saja kau tak bisa berbuat apa-apa!"

Mendengar jawaban itu, Jenderal Khalid tertegun, bergetar, dan goyah. Dan dengan segenap kekuatan yang ada beliau langsung mendekap Khalifah Umar.

Sambil menangis beliau berbisik, "Terima kasih ya Khalifah. Engkau saudaraku!"

Bayangkan …. mengucapkan terima kasih setelah dipecat, padahal beliau tak berbuat kesalahan apapun. Adakah pejabat penting saat ini yang mampu berlaku mulia seperti itu? Yang banyak terjadi justru melakukan perlawanan, mempertahankan jabatan mati-matian, mencari dukungan, mencari teman, mencari pembenaran, atau mencari kesalahan orang lain supaya kesalahannya tertutupi.

Jangankan dipecat dari jabatan yang sangat bergengsi, 'kegagalan' atau keterhambatan dalam perjalanan karir pun seringkali tidak bisa diterima dengan lapang dada. Akhirnya semua disalahkan, sistem disalahkan, orang lain disalahkan, semua digugat.....bahkan hingga yang paling ekstrim.... Tuhan pun digugat..

Kembali ke Khalid bin Walid, hebatnya lagi, setelah dipecat beliau balik lagi ke medan perang. Tapi, tidak lagi sebagai panglima perang. Beliau bertempur sebagai prajurit biasa, sebagai bawahan, dipimpin oleh mantan bawahannya kemarin.

Beberapa orang prajurit terheran-heran melihat mantan panglima yang gagah berani tersebut masih mau ikut ambil bagian dalam peperangan. Padahal sudah dipecat. Lalu, ada diantara mereka yang bertanya, "Ya Jenderal, mengapa Anda masih mau berperang? Padahal Anda sudah dipecat."

Dengan tenang Khalid bin Walid menjawab, "Saya berperang bukan karena jabatan, popularitas, bukan juga karena Khalifah Umar. Saya berperang semata-mata karena mencari keridhaan Allah."